Archive | April 2012

Masih dalam semangat Kartini: Ibu vs Ayah

Advertisements

Evernote Clipper untuk Safari di iPad, iPhone, iPod Touch

Saya pakai Evernote untuk memudahkan mengingat banyak hal menggunakan komputer. Khususnya jika suka browsing dan perlu mengingat situs-situs yang kita kunjungi, saya pakai Evernote Clipper untuk menyimpan semuanya dalam Evernote notebook.

Evernote Clipper adalah program add-on yang dapat di install pada browser dan saya pakai untuk Chrome. Tetapi kalau di iOS untuk iPad atau iPhone atau iPod Touch, kita tidak bisa install Evernote Clipper ini.

Untung di Safari dimungkinkan untuk eksekusi javascript jadi masih bisa diakalin dengan menginstall javascript tsb di bookmark kita.

Caranya:

1. Kunjungi situs http://www.evernote.com iPad atau iPhone atau iPod Touch pakai Safari.

2. Bookmark situs. Note: Bisa juga taruh di bookmark bar agar lebih cepat di akses.

3. Masuk ke Bookmarks di Safari dan edit Evernote bookmark yang baru dibuat.

4. Ubah name/title menjadi ‘Evernote Clipper’ atau apa saja kamu suka.

5. Copy seluruh javascript dibawah, lalu Paste di bagian URL, lalu di save.

javascript:(function(){EN_CLIP_HOST='http://www.evernote.com';try{var%20x=document.createElement('SCRIPT');x.type='text/javascript';x.src=EN_CLIP_HOST+'/public/bookmarkClipper.js?'+(new%20Date().getTime()/100000);document.getElementsByTagName('head')[0].appendChild(x);}catch(e){location.href=EN_CLIP_HOST+'/clip.action?url='+encodeURIComponent(location.href)+'&title='+encodeURIComponent(document.title);}})();

6. Selanjutnya anda tinggal browsing dan pergi ke website manapun dan jika anda perlu men save halaman tersebut anda tinggal klik atau pilih ‘Evernote Clipper’ yang baru saja dibuat yang langsung membawa anda ke Evernote clipper screen.

Anda harus login dulu ke akun evernote anda  dan selanjutnya tinggal pilih save URL atau clip seluruh halaman.

Memang sih agak pelan dan perlu waktu untuk loading. Tapi not bad lah bisa dipakai untuk save halaman-halaman web yang penting yang bisa kita buka lagi nantinya lewat desktop PC.

Instagram: $1 milyard dalam 551 hari

Belajar dari Kevin Systrom pendiri instagram yang pada tanggal 9 April 2012 lalu baru di beli oleh facebook seharga 1 milyard dollar. Boleh dibilang luar biasa untuk ukuran sebuah startup yang baru berdiri kurang dari dua tahun yang lalu (551 hari) , yang belum pernah membukukan pendapatan sepeserpun, yang hanya punya pegawai selusin.

Lalu bagaimana Kevin Systrom, yang baru berusia 28 tahun melakukannya?

Kevin yang lulusan universitas Stanford dahulu sempat  melakukan internship di Twitter sebelum akhirnya bekerja untuk Google dan memulai Instagram di tahun 2010. Pada awal 2009, ia bekerja untuk Nextstop.com sebagai product manager, sebuah start-up yang akhirnya juga di beli oleh facebook di 2010.

Pada waktu malam dan akhir pekan, Kevin yang tidak pernah belajar secara khusus dibidang teknologi komputer memulai meluangkan waktunya untuk mengerjakan proyek tambahan yang membuatnya belajar komputer programming. Mungkin pengalamannya  semasa bergabung dengan orang-orang yang menjadi cikal bakal Twitter membuatnya juga ketularan menjadi seorang pekerja keras dan memiliki sense untuk berbisnis.

Pada waktu itu, di akhir 2009 semua orang mulai membicarakan mengenai  Foursquare dan bagaimana sistem location-based check-in nya  yang begitu populer dan menjadi fokus pembicaraan orang-orang. Kevin mulai berpikir dan mengembangkan konsep-konsep yang memanfaatkan teknologi serupa di waktu luangnya. Konsep ini dia namakan Burbn, sebuah iPhone app yang menggabungkan elemen Foursquare dan elemen Mafia Wars.

Dengan konsep yang Kevin miliki, ia memberanikan diri untuk mengudurkan diri dari pekerjaannya dengan perhitungan dia bisa lebih fokus lebih banyak dalam mengembangkan konsepnya dan juga dalam mencari sponsor yang dapat mendanainya.  Dan untungnya dalam waktu 2 minggu ia mendapatkan sponsor $500,000 dari Baseline dan Anreessen Horowitz sehingga dia bisa mulai bekerja.

Selanjutnya Kevin mulai membangun timnya dan merangkul Mike Krieger yang akhirnya juga menjadi co-founder. Setelah Mike bergabung, mereka merasa harus  merubah ulang seluruh konsep mereka, bahkan seolah memulai kembali dari awal dan harus memangkas segala fitur yang ada kecuali fitur photo, comment dan like nya. Dan mereka memberikannya nama Instagram, sebuah gabungan kata dari kata “instant” dan kata “telegram”.

Dalam waktu 8 minggu selanjutnya, mereka bekerja keras dalam membuat sebuah beta dan terus menerus memperbaikinya berdasarkan masukan dari para pengguna dan teman-teman mereka. Pada tanggal 6 October 2010, lahirlah Instagram, dan inilah waktu yang mereka nantikan.

Mereka menyangka paling tidak perlu waktu 6 jam sebelum ada yang menemukan app tersebut, tetapi tidak disangka dalam hitungan menit, orang-orang mulai men-download app tersebut dari seluruh penjuru dunia.  Dalam hitungan jam, 10,000 orang sudah mendownload Instagram dan terus bertambah. Pada akhir minggu pertama setelah peluncuran, Instagram sudah di download 100,000 kali. Seminggu setelah itu kembali 100,000 orang men-download app tersebut. Hingga pertengahan Desember, komunitas instagram sudah berkembang menjadi satu juta pengguna.

Kevin dan Mike sangat bergembira dengan hasil yang mereka dapatkan. Begitu pula dengan para investor yang kini juga mulai memperhatikan dan mulai mendekati mereka. Bulan Februari 2011, sejumlah gabungan investor yang di pimpin Adam D’Angelo mendanai Series A sebesar $7 juta. Mereka mem-value Instagram seharga $20 juta. Luar biasa untuk sebuah start-up yang baru berumur lima bulan dan hanya memiliki pegawai empat orang.

Pada saat itu Instagram memiliki 1.75 juta orang anggota yang meng-upload foto sebanyak 290,000 foto per hari dan angka tersebut tidak pernah berhenti dan terus bertambah. Meskipun kini mereka punya modal yang banyak untuk menambah jumlah karyawan, Kevin dan Mike tetap mempertahankan perusahaan mereka untuk tetap ramping. Pada bulan Agustus 2011, mereka hanya punya 10 orang karyawan.

Dari pertengahan 2011 hingga awal 2012, tidak banyak perubahan kegiatan yang terjadi di balik dinding Instagram. Tetapi bulan January 2012, mereka sudah punya 15 juta pengguna yang teregister. Pada bulan Maret, jumlah itu melonjak hingga 27  juta dan tanggal 9 April yang lalu Facebook membeli Instagram dengan harga yang luar biasa: $1,000,000,000. Facebook sendiri adalah perusahaan sosial media yang juga punya cerita luar biasa, pada saat ini Facebook di valuasi seratus kali harga Instagram yaitu seharga $100 milyard dan punya lebih dari 850 juta anggota.

Jauh sebelum akuisisi ini, ketika diwawancara oleh media, Kevin selalu mengatakan bahwa ia akan selalu fokus pada produk inti mereka. Meskipun revenue adalah suatu hal yang penting, itu bukanlah fokus utamanya. Kevin memiliki visi yang jauh dan besar untuk Instagram. Ia berkata, ” Kita tidak mau Instagram seperti program photo-sharing lainnya. Kita mau membuat sebuah terobosan besar untuk dunia maya”.

Kevin yang punya 40% saham instagram bernilai $400 juta, saat ini tidak banyak berkomentar mengenai akuisisi ini tetapi dalam blognya ia berkata, “kami menikmati setiap waktu melihat Instagram bertumbuh menjadi sebuah komunitas yang vibrant untuk semua orang dari seluruh penjuru dunia”.

Sebuah kerja keras yang berbuah sebuah keberhasilan. Great job Instagram!

%d bloggers like this: